Oleh: Aat Hidayat | 7 Mei 2012

Garis Besar Materi Pembelajaran Al-Qur’an Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah

Keberhasilan kegiatan belajar-mengajar atau kegiatan pembelajaran bertumpu pada banyak hal, di antaranya adalah peran dan profesionalisme pendidik, kelengkapan kurikulum, kesempurnaan materi pelajaran, ketersediaan sarana dan prasarana, serta antusiasme peserta didik. Ketiadaan satu faktor saja dari beberapa faktor di atas dapat menyebabkan proses pembelajaran menjadi timpang dan tidak sempurna. Dengan demikian, terpenuhinya beberapa faktor di atas menjadi sebuh keniscayaan dalam kegiatan belajar-mengajar.

Di antara beberapa faktor yang menunjang keberhasilan kegiatan belajar-mengajar, materi pelajaran termasuk hal yang cukup penting. Sebab, materi pelajaran merupakan substansi yang akan diajarkan kepada peserta didik dalam kegiatan belajar-mengajar. Bahkan, Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa bahan pelajaran atau materi pelajaran merupakan unsur inti dalam kegiatan belajar-mengajar, karena memang bahan pelajaran itulah yang diupayakan untuk dikuasai oleh para siswa.[1] Adapun definisi materi pelajaran adalah salah satu sumber belajar yang berisi pesan dalam bentuk konsep, prinsip, definisi, gugus isi atau konteks, data dan fakta, proses, nilai, serta kemampuan dan keterampilan. Materi pelajaran yang akan dikembangkan oleh guru mengacu pada kurikulum atau terdapat dalam silabus yang penyampaiannya disesuaikan dengan kebutuhan dan lingungan peserta didik.[2]

Dalam makalah sederhana ini, penulis akan mencoba memetakan ruang lingkup materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs), terutama Kelas VIII Semester 2 dan Kelas IX Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah melakukan pemetaan atas materi pelajaran, penulis mencoba menganalisisnya dengan menggunakan perspektif pilar-pilar ajaran Islam. Dari pembahasan sederhana ini, diharapkan akan diketahui garis besar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) untuk kemudian bisa diperoleh celah-celah untuk mengevaluasi dan mengembangkan bahan ajar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs).

Pengertian Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis

Sebelum memaparkan lebih lanjut definisi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, berikut ini akan penulis kemukakan cakupan materi ajaran agama Islam. Menurut Erwin Yudi Prahara,[3] materi ajaran agama Islam dapat dibedakan menjadi empat jenis. Pertama, materi dasar, yaitu materi yang penguasaannya menjadi kualifikasi lulusan dari pengajaran yang bersangkutan dan diharapan dapat secara langsung membantu terwujudnya sosok individu “berpendidikan” yang diidealkan. Di antara materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Tauhid atau Akidah (dimensi kepercayaan), Fikih (dimensi perilaku ritual dan sosial), dan Akhlak (dimensi komitmen). Kedua, materi sekuensial, yaitu materi yang dimaksudkan untuk dijadikan dasar untuk mengembangkan lebih lanjut materi dasar. Dengan kata lain, materi ini menjadi landasan yang akan mengokohkan materi dasar. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Al-Qur’an dan Hadis.

Ketiga, materi instrumental, yaitu materi yang secara tidak langsung berguna untuk meningkatkan keberagamaan, tetapi penguasaannya sangat membantu sebagai alat untuk mencapai penguasaan materi dasar keberagamaan. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah Bahasa Arab. Keempat, materi pengembang personal, yaitu materi yang secara tidak langsung meningkatkan keberagamaan ataupun toleransi beragama, tetapi mampu membentuk kepribadian yang sangat diperlukan dalam “kehidupan beragama”. Materi yang masuk dalam kelompok ini adalah sejarah kehidupan manusia, baik sejarah di masa lampau maupun di masa kontemporer. Materi ini biasanya diimplementasikan dalam materi Sejarah Kebudayaan Islam.

Dengan demikian, materi ajaran agama Islam terdiri atas Tauhid/Akidah, Fikih/Ibadah, Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Bahasa Arab, dan Tarikh Islam/Sejarah Kebudayaan Islam. Sebenarnya, materi ini dapat dikembangkan dan diperluas. Apalagi kalau memakai perspektif integrasi-interkoneksi yang diusulkan oleh M. Amin Abdullah. Sehingga, materi ajaran agama Islam tidak hanya terbatas pada ilmu-ilmu keislaman semata, tetapi juga ilmu lain yang dapat membantu pencapaian keberagamaan Islam secara komprehensif. Akan tetapi, untuk tingkat madrasah, penulis kira enam materi ajaran agama Islam di atas sudah memadai.

Selanjutnya, secara definitif, mata pelajaran Al-Qur’an Hadis adalah mata pelajaran agama Islam yang titik tekannya bertumpu pada kemampuan membaca Al-Qur’an dan hadis, pemahaman surat-surat pendek, serta mengaitkan kandungan Al-Qur’an dan hadis dengan kehidupan sehari-hari. Biasanya mata pelajaran ini diajarkan kepada siswa di tingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), dan Madrasah Aliyah Program Keagamaan (dulu bernama MAPK dan MAK).[4] Sebagaimana dikemukakan di depan, mata pelajaran Al-Qur’an Hadis menjadi landasan yang akan mengokohkan materi lainnya, yakni Akidah Akhlak, Fikih, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Karakteristik Mata Pelajaran Al-Qur’an Hadis

 1.  Fungsi

Fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis tidak dapat dipisahkan dengan mata pelajaran lain dalam rumpun pelajaran agama Islam dan Bahasa Arab yang diajarkan di madrasah. Adapun fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis, dan juga mata pelajaran agama lainnya, adalah untuk memotivasi peserta didik agar mempraktikkan nilai-nilai keyakinan keagamaan dan akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari.[5] Fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dan juga mata pelajaran agama lainnya ini selaras dengan ungkapan pasal 39 ayat (2) Undang-undang Nomor 2 Tahun 1989 yang menegaskan bahwa pendidikan agama “merupakan usaha untuk memperkuat iman dan ketakwaan terhadap tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama yang dianut oleh peserta didik yang bersangkutan dengan mempertimbangkan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antarumat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional”. Adapun fungsi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis secara khusus adalah menjadi landasan yang akan mengokohkan materi dasar.[6]

 2.  Tujuan

Tujuan mata pelajaran Al-Qur’an Hadis adalah:

a.       Meningkatkan kecintaan siswa terhadap Al-Qur’an dan hadis.

b.      Membekali siswa dengan dalil-dalil yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis sebagai pedoman dalam menyikapi dan menghadapi kehidupan.

c.       Meningkatkan kekhusyukan siswa dalam beribadah, terlebih shalat, dengan menerapkan hukum bacaan tajwid serta isi kandungan surat atau ayat dalam surat-surat pendek yang mereka baca.[7]

3.  Ruang Lingkup

Ruang lingkup mata pelajaran Al-Qur’an Hadis dapat dibedakan menjadi dua, yaitu ruang lingkup materi dan ruang lingkup penyajian materi. Ruang lingkup materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX dapat dipetakan sebagai berikut.[8]

 a.  Kelas VIII Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1.      Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.

1.1       Menerapkan hukum bacaan laam dan ra’ dalam Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur.

2.      Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menimbun harta (serakah).

2.1        Memahami isi kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur

2.2    Memahami keterkaitan isi. kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur tentang sifat cinta dunia dan melupakan kebahagian hakiki dalam fenomena kehidupan.

2.3    Menerapkan kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya.

3.      Memahami hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

3.1   Menulis hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

3.2   Menerjemahkan makna hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

4.3   Menghafal hadis tentang keseimbangan hidup di dunia dan akhirat.

5.4   Menjelaskan  keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku keseimbangan hidup di dunia dan akhirat dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.

 b.  Kelas IX Semester 1

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1.   Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.

1.1     Menerapkan hukum mad shilah dalam Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah.

1.2     Menerapkan hukum mad laazim mukhaffaf kilmii, mad laazim mutsaqqal kilmii, dan mad farqi dalam Al-Qur’an.

2.    Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang hukum fenomena alam.

2.1     Memahami isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah tentang hukum fenomena alam.

2.2     Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah tentang hukum fenomena alam dalam kehidupan.

2.3     Menerapkan isi kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah dalam fenomena kehidupan sehari-hari dan akibatnya.

3.   Memahami hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

3.1    Menulis hadis tentang  menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

3.2    Menerjemahkan makna hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

3.3    Menghafal hadis tentang menjaga dan melestarikan lingkungan alam.

3.4    Menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku menjaga dan melestarikan lingkungan alam dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.

 c.  Kelas IX Semester 2

STANDAR KOMPETENSI

KOMPETENSI DASAR

1.      Membaca Al-Qur’an surat pendek pilihan.

1.1  Menerapkan hukum bacaan mad, laam, dan ra’ dalam Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq.

1.2  Menerapkan hukum bacaan mad laazim mukhaffaf harfii dan mad laazim mutsaqqal harfii dalam Al-Qur’an.

2.      Menerapkan Al-Qur’an surat-surat pendek pilihan tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu.

2.1  Memahami isi kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu.

2.2  Memahami keterkaitan isi kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan.

2.3  Menerapkan kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq tentang menghargai waktu dan menuntut ilmu dalam fenomena kehidupan sehari-hari.

3.      Memahami hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.

3.1  Menulis hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.

3.2  Menerjemahkan makna hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.

3.3  Menghafal hadis tentang menuntut ilmu dan menghargai waktu.

3.4  Menjelaskan keterkaitan isi kandungan hadis dalam perilaku menuntut ilmu dan menghargai waktu dalam fenomena kehidupan dan akibatnya.

Berdasarkan ruang lingkup materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX sebagaimana dipetakan dalam Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) di atas, maka materi Al-Qur’an untuk Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX meliputi:

a.       Menimbun harta; menjelaskan kandungan Q.S. al-Humazah dan Q.S. at-Takatsur (Kelas VIII semester 2).

b.      Hukum fenomena alam; menjelaskan kandungan Q.S. al-Qari‘ah dan Q.S. az-Zalzalah (Kelas IX semester 1).

c.       Menghargai waktu dan menuntut ilmu; menjelaskan kandungan Q.S. al-‘Ashr dan Q.S. al-‘Alaq (Kelas IX semester 2).

Adapun ruang lingkup penyajian materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah menurut Peraturan Menteri Agama (Permenag) Tahun 2008 meliputi:

d.      Membaca dan menulis yang merupakan unsur penerapan ilmu tajwid.

e.       Menerjemahkan makna (tafsiran) yang merupakan pemahaman, interpretasi ayat, dan hadis dalam memperkaya khazanah intelektual.

f.       Menerapkan isi kandungan ayat atau hadis yang merupakan unsur pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari.[9]

Ruang Lingkup Materi Pelajaran Al-Qur’an Hadis dalam Perspektif Pilar-pilar Agama Islam

Dalam menganalisis ruang lingkup dan garis besar materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, penulis mengajukan satu pertanyaan kunci: sudahkah keseluruhan isi materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), khususnya materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, mencakup pilar-pilar ajaran Islam?

Lantas, apa saja pilar-pilar ajaran Islam itu? Mengutip penjelasan Mohammad Daud Ali, kerangka dasar ajaran Islam terdiri atas akidah, syariah, dan akhlak.[10] Pemetaan kerangka dasar ajaran Islam ini didasarkan pada sistematika iman, Islam, dan ihsan yang berasal dari Nabi Muhammad saw.[11] Secara definitif, akidah merupakan penjabaran konsep iman, syariah merupakan penjabaran konsep Islam yang direalisasikan lewat ibadah serta muamalah, dan akhlak merupakan penjabaran konsep ihsan.[12] Dari ketiga prinsip dasar inilah lahir berbagai macam kajian keislaman, seperti akidah, akhlak, fikih, tafsir, hadis, tarikh, dan sebagainya.

Berdasarkan kerangka pilar-pilar agama Islam (akidah, syariah, akhlak) inilah penulis mencoba menganalisis dan memetakan materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis untuk Madrasah Tsanawiyah (MTs), khususnya materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX, yang penulis gambarkan dalam bagan berikut ini.

No.

Materi Pelajaran Al-Qur’an

Sebaran

Pilar-pilar Islam

1

Menimbun harta (serakah) → cinta dunia dan melupakan kebahagiaan hakiki

Kelas VIII Semester 2

Muamalah (Syariah)

Akhlak

2

Hukum fenomena alam

Kelas IX Semester 1

Akidah

3

Menghargai waktu dan menuntut ilmu

Kelas IX Semester 2

Akhlak

Ibadah

Berdasarkan pemetaan di atas, penulis menyimpulkan bahwa materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX masih kurang komprehensif, yakni kurang mencakup pilar-pilar dan dasar-dasar ajaran Islam secara keseluruhan. Walaupun demikian, sebaran materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX sudah lumayan seimbang, dalam arti mencoba merangkul pilar-pilar akidah, syariah, dan akhlak.

Penutup

Berdasarkan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan bahwa materi pelajaran Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VIII semester 2 dan Kelas IX masih kurang komprehensif. Dengan demikian, masih banyak celah untuk pengembangan selanjutnya agar lebih sempurna dan lebih komprehensif.

Namun demikian, muncul satu pertanyaan: apakah kekurangsempurnaan materi pelajaran Al-Qur’an Hadis tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) ini disebabkan oleh pertimbangan menyesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs)? Untuk menjawab pertanyaan ini diperlukan kajian lebih lanjut, terutama dihubungkan dengan ranah psikologi perkembangan. Dengan demikian, pengembangan dan penyempurnaan materi pelajaran tidak dapat dipisahkan dari pisau analisis psikologi perkembangan. Jika tidak mempertimbangkan aspek psikologis, bisa saja materi pelajaran justru akan memberatkan peserta didik. Padahal, Rasulullah saw. bersabda:

يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا

Permudahlah mereka dan janganlah dipersulit. Gembirakanlah mereka dan janganlah membuat mereka menjauhi kamu. (H.R. Bukhari, no. 67)[13]

Pengembangan dan penyempurnaan materi pelajaran memang suatu hal yang cukup penting. Akan tetapi, pengembangan dan penyempurnaan materi pelajaran tersebut harus mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan peserta didik agar tidak terjadi overlapping atau overproduktif. Wallaahu a‘lam bi ash-shawwaab. [ ]


Daftar Pustaka:

Ali, Mohammad Daud, Pendidikan Agama Islam, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006.

Ibrahim, T. dan H. Darsono, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, Jilid 2, Solo: Tiga Serangkai, 2009.

_________, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas IX Madrasah Tsanawiyah, Jilid 3, Solo: Tiga Serangkai, 2009.

an-Nawawi, Imam Yahya bin Syarafuddin, Syarah Hadits Arba’in: 41 Hadits tentang Kaidah-kaidah Agung Agama Islam serta Penjelasannya, terj. Hawin Murtadho dan Salafuddin A.J., Solo: Al-Qowam, 2001.

Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

Prahara, Erwin Yudi, Materi Pendidikan Agama Islam, Ponorogo: STAIN Press, 2009.

Program Mausuu‘ah al-Hadiits asy-Syariif, Versi 2, t.tp.: Global Islamic Software Company, 1997.

Syah, Darwyn, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Gaung Persada Press, 2007.

Wadud, Abd., Pendidikan Agama Islam Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII, Semarang: PT Karya Toha Putra, 2009.

[1]Darwyn Syah, Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam (Jakarta: Gaung Persada Press, 2007), hlm. 114.

[2]Ibid., hlm. 114-115.

[3]Erwin Yudi Prahara, Materi Pendidikan Agama Islam (Ponorogo: STAIN Press, 2009), hlm. 15-18.

[4]Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

[5]Abd. Wadud, Pendidikan Agama Islam Al-Qur’an Hadis Madrasah Tsanawiyah Kelas VII (Semarang: PT Karya Toha Putra, 2009), hlm. iii.

[6]Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 16.

[7]Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

[8]Dalam memetakan materi mata pelajaran Al-Qur’an Hadis ini, penulis mengambil sepenuhnya dari Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar (SKKD) yang terdapat dalam Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah. Untuk melihat realisasinya dalam buku ajar Al-Qur’an Hadis, lihat T. Ibrahim dan H. Darsono, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas VIII Madrasah Tsanawiyah, Jilid 2 (Solo: Tiga Serangkai, 2009) dan T. Ibrahim dan H. Darsono, Paham Al-Qur’an dan Hadis untuk Kelas IX Madrasah Tsanawiyah, Jilid 3 (Solo: Tiga Serangkai, 2009).

[9]Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia No. 2 Tahun 2008 tentang Standar Kompetensi Lulusan dan Standar Isi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah.

[10]Mohammad Daud Ali, Pendidikan Agama Islam (Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2006), hlm. 133. Bandingkan dengan Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 19-20.

[11]Lihat hadis riwayat Imam Muslim dari Umar yang mengisahkan dialog antara Rasulullah saw. dan Malaikat Jibril tentang iman, Islam, dan ihsan. Imam Yahya bin Syarafuddin an-Nawawi, Syarah Hadits Arba’in: 41 Hadits tentang Kaidah-kaidah Agung Agama Islam serta Penjelasannya, terj. Hawin Murtadho dan Salafuddin A.J. (Solo: Al-Qowam, 2001), hlm. 43-47.

[12]Erwin Yudi Prahara, Materi, hlm. 19-20. Bandingkan dengan Mohammad Daud Ali, Pendidikan, hlm. 133-135.

[13]Program Mausuu‘ah al-Hadiits asy-Syariif, Versi 2 (t.tp.: Global Islamic Software Company, 1997).

About these ads

Responses

  1. syukron, subhaa nallah ga bakalan habis-habis kalu kita bicar
    a al-qur’an


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.357 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: